Ketulusan Dalam Memberi: Misa Kedua Minggu Biasa ke-32 di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura
Minggu pagi, 10 November 2024, umat Paroki Gembala Baik Abepura berkumpul di gereja untuk mengikuti Misa Kedua Minggu Biasa ke-32 dengan tema "Ketulusan Dalam Memberi." Misa yang dimulai pada pukul 06.30 WIT ini dipimpin oleh RP. Aven, OFM, yang dengan penuh ketulusan membawakan renungan berdasarkan bacaan-bacaan dari Ibrani 9:24-28, 1 Raja-raja 17:10-16, dan Markus 12:38-44.
Renungan yang disampaikan mengajak umat untuk merenungkan tentang memberi dari kekurangan, bukan dari kelebihan. Seperti yang diungkapkan oleh RP. Aven, Tuhan Allah adalah sosok yang bijak dan tidak tutup terhadap kebaikan yang dilakukan umat-Nya. Setiap pemberian yang kita lakukan, baik itu kecil maupun besar, adalah cara kita untuk memuliakan Tuhan, asalkan itu dilakukan dengan keyakinan dan iman.
RP. Aven menyampaikan kisah tentang seorang janda miskin yang memberi dua peser ke dalam peti persembahan. Meskipun jumlahnya sedikit, Yesus menegaskan bahwa pemberian sang janda lebih besar dari pada yang lainnya karena ia memberi dari hati yang tulus. Inilah pemberian yang sesungguhnya: pemberian yang berasal dari keyakinan dan iman.
Dalam renungannya, RP. Aven juga mengingatkan umat bahwa pemberian Tuhan yang terbesar adalah pemberian diri-Nya untuk umat manusia. Pemberian Yesus yang total dan tanpa syarat menjadi teladan bagi kita semua. Setiap pemberian yang ikhlas, percaya bahwa suatu saat akan dibalas oleh Tuhan, adalah bagian dari perjalanan iman kita.
Misa tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, dihadiri oleh umat yang penuh semangat untuk menghidupi pesan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Paroki Gembala Baik Abepura siap diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan dan berbagi berkat dengan sesama. Sebagaimana yang diingatkan dalam misa ini, semakin kita berbagi berkat, semakin Tuhan akan mengalirkan berkat-Nya kepada kita.
Penting bagi umat untuk terus memahami Firman Tuhan, merenungkannya, dan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Sehingga, pemberian yang tulus dan penuh iman bukan hanya menjadi sebuah tradisi, tetapi menjadi bagian dari hidup kita yang terus berkembang.(lado's)

0 Comments