Jangan Jadi Orang Ketiga Tunggal!
Suatu hari di kelas, seorang bapak guru sedang menjelaskan tentang Simple Present Tense.
Dengan semangat, beliau berkata,
“Anak-anak, kalau kita ingin menjelaskan kegiatan sehari-hari, kita pakai Simple Present Tense. Misalnya, kalau mau bilang Saya bangun pagi pukul enam setiap hari, dalam bahasa Inggris jadinya: I wake up at six o’clock every day.”
Beliau melanjutkan, “Nah, kalau subjeknya orang pertama, kedua, atau jamak, gampang. Tapi kalau orang ketiga tunggal, agak ribet, karena harus ditambah -s atau -es. Misalnya, he wakes up atau she brushes her teeth.”
Baca juga :Kresek Hitam, Cinta, dan Drama BPJS
Tiba-tiba sang guru menambahkan dengan gaya bercanda,
“Makanya, jangan pernah jadi orang ketiga tunggal dalam hidupmu. Ribet dan menyusahkan!”
Sekelas langsung hening sejenak... lalu salah satu murid nyeletuk lantang,
“Jadi jangan jadi pelakor, Pak!”
Seketika, kelas pun meledak dalam tawa. Bahkan si bapak guru sendiri ikut tertawa sampai terbatuk-batuk.
Hari itu, pelajaran Simple Present Tense jadi terasa sangat present dan penuh canda!

0 Comments