Lahirnya Nada-Nada Cinta untuk SD YPPK Gembala Baik
Di bawah langit Abepura yang biru dan langit Jayapura yang setia menyimpan kisah, berdirilah sebuah sekolah dengan nama yang menggugah hati—SD YPPK Gembala Baik. Sejak pertama kali membuka pintunya pada 22 Agustus 1964, sekolah ini telah menyemai banyak impian dan menggugurkan musim demi musim bersama waktu. Namun, satu hal yang selalu dinantikan, seperti senandung yang belum lengkap, adalah hadirnya Mars Sekolah—lagu jiwa yang mencerminkan semangat dan jati diri Gembala Baik.
Tahun-tahun berganti, dan kepemimpinan pun silih berganti, namun Mars itu tak kunjung lahir. Hingga tibalah masa kepemimpinan seorang ibu bijak dan penuh kasih, Almarhumah Ibu Theresia Muji Lestari, S.Pd., M.Pd., yang tak hanya menjadi nahkoda, tetapi juga penjaga nyala harapan.
Pada suatu malam yang sunyi, ketika kota telah terlelap dan bintang bercerita di langit, Ibu Lestari duduk hening di depan layar laptopnya. Kata demi kata datang seperti bisikan angin, dan dari jemarinya mengalir lirik-lirik indah—seperti doa yang ditenun dengan kasih. Di malam itu, lahirlah syair Mars SD YPPK Gembala Baik, dan pada tanggal 30 Juni 2016, di jantung kota Jayapura, lagu itu pun menemukan nadinya.
Syairnya mengalun begini:
SD Gembala Baik Abepura
Bernaung di bawah panji YPPK.
Iman Kristiani jadi dasar,
Mendidik putra putri Papua.
Unggul dalam prestasi,
Luhur budi pekerti,
Tujuan utama membentuk sumber daya manusia sejati.
Aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, harapan masa depan,
Sadar akan lingkungan indah, Adiwiyata motivasinya.
Ayo maju bersama wujudkan impian kita,
Maju terus pantang mundur,
Hingga akhirnya jayalah sekolahku.
Lancar baca tulis dan hitung,
Sehat jiwa raga kami—
Itulah moto sekolah kami,
SD Gembala Baik Abepura.
Lagu itu bukan hanya barisan kata, melainkan cermin semangat, identitas, dan nilai-nilai luhur yang dijunjung sekolah ini: iman, prestasi, kepedulian lingkungan, serta tekad pantang menyerah. Mars ini seakan menjadi napas baru, membalut setiap langkah siswa dan guru dalam irama kebersamaan.
Namun sebuah lirik membutuhkan teman—melodi dan irama. Maka Ibu Lestari menggandeng tangan seni milik Bapak Eduardus F. Fofied, seorang pencipta yang mahir menjahit nada. Dari kolaborasi keduanya, mengalunlah Mars SD Gembala Baik dalam balutan aransemen megah bergaya Mars.
Tak berhenti di situ, pada masa kepemimpinannya pula, hadir pula Hymne SD YPPK Gembala Baik, yang diciptakan langsung oleh Bapak Fofied. Mars dan Hymne pun menjadi pasangan abadi, dua suara yang kini selalu mengudara setiap pagi di halaman sekolah, disambut oleh mentari dan senyum anak-anak Papua.
Dalam suatu kesempatan, Ibu Lestari pernah berkata lirih namun bangga,
"Inilah cita-cita saya sebelum menutup lembar masa jabatan. Mungkin ini juga adalah persembahan terakhir saya sebagai guru di YPPK—menghadirkan Mars untuk sekolah yang saya cintai. Terima kasih kepada Bapak Edy Fofied yang telah membantu mewujudkannya."
Kini, sang ibu telah berpulang. Tapi di tiap gema lagu Mars, di setiap nada Hymne yang mengalun lirih di antara barisan anak-anak, nama dan cintanya tetap hidup. Suaranya telah menjelma dalam syair, semangatnya berdiam dalam irama, dan jejaknya abadi di setiap hati yang menyanyikan Mars SD YPPK Gembala Baik.

0 Comments