Misa Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam: Refleksi dan Sukacita Bersama
![]() |
| ilustrasi gambar usai misa II |
Abepura - SUARA - PAKKODOONG - Minggu, 24 November 2024, Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura dipenuhi oleh umat dari 22 Komunitas Basis Gerejawi (KBG) dan 4 kelompok kategorial. Mereka berkumpul bersama untuk merayakan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, sebuah momentum penting yang sekaligus menjadi refleksi akhir tahun liturgi 2024.
Pukul 06.30 WIT, misa yang penuh khidmat ini dimulai dengan nyanyian pembuka yang dipandu oleh kelompok kategorial PDKK Hati Kudus Yesus Abepura. Lagu-lagu pujian mereka menciptakan suasana yang sakral dan mengundang umat untuk masuk dalam keheningan doa.
Misa dipimpin oleh Reverendus Dominus (RD) Petrus Hisage, pastor Vikaris Paroki Gembala Baik. Dalam homilinya, RD Petrus mengulas bacaan-bacaan Kitab Suci yang diambil dari Daniel 7:13-14, Wahyu 1:5-8, dan Yohanes 8:33b-37. Ia menekankan bahwa Yesus adalah Raja yang sejati—100% Allah dan 100% manusia—yang datang untuk menghapus dosa dan mengangkat manusia sebagai anak-anak Allah.
“Merayakan hari ini berarti kita mengakui Yesus sebagai Raja. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita diajak untuk menjadi imam dan raja, membawa terang Kristus melalui pekerjaan dan tugas kita,” tutur RD Petrus. Ia juga mengajak umat merefleksikan perjalanan hidup mereka selama setahun terakhir: sejauh mana mereka telah menghadirkan Kristus sebagai Raja dalam panggilan hidup masing-masing.
Misa ini juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan umat tentang jaminan keselamatan yang diberikan oleh Kristus. "Dia telah menghapus dosa umat manusia dan memanggil kita menjadi bagian dari kerajaan Allah. Mari kita mohon bimbingan-Nya untuk menjalani panggilan hidup kita di tahun mendatang," lanjutnya.
Selain memperingati Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam, misa ini juga menjadi bagian dari Hari Orang Muda Sedunia, sekaligus mengenang Santo Andreas Dung-Lac, Santo Krisogonus, Santa Flora, dan Santa Maria yang adalah para martir. Warna liturgi putih yang mendominasi altar melambangkan kemurnian dan kemenangan Kristus sebagai Raja Semesta Alam.
Dengan sukacita dan kesadaran baru, umat Paroki Gembala Baik Abepura menutup misa dengan doa bersama, siap melangkah menuju tahun liturgi 2025 dengan semangat baru.(lado's)

0 Comments