Jejak yang Tak Pernah Hilang | Dari Sini Aku Belajar, Dari Sini Aku Akan Pergi
Hari ini, saya berdiri di tempat yang telah menjadi saksi perjalanan hidup dan pertumbuhan saya. Tempat ini bukan sekadar lingkungan kerja, tapi rumah kedua—tempat tawa dan air mata saling mengisi, tempat saya belajar tentang kehidupan, tentang arti menjadi bagian dari sebuah komunitas.
Beberapa tahun lalu, saya melangkah masuk ke komunitas ini dengan hati yang penuh harap, namun juga banyak pertanyaan. Dalam perjalanan itu, saya menemukan begitu banyak kisah—kisah indah bersama Bapak/Ibu rekan kerja, anak-anak yang menjadi sumber semangat, dan para orang tua yang tulus mendukung.
Tidak semua perjalanan mulus. Ada kalanya kami berselisih paham, berbeda sudut pandang. Dulu, saya sempat merasa bahwa musyawarah bukanlah hal penting. Tapi kehidupan di sini mengajarkan saya bahwa dalam perbedaan, justru ada ruang untuk tumbuh—dan musyawarah adalah jembatan yang mempertemukan hati.
Waktu berjalan. Teman-teman datang dan pergi. Ada yang berpamitan karena tugas telah selesai, ada pula yang pulang karena panggilan Ilahi. Setiap kepergian meninggalkan jejak, dan setiap pertemuan menambah makna.
Saya beruntung pernah dipimpin oleh sosok-sosok luar biasa: Bapak Wilhelmus Wio, yang pertama membuka pintu dan menyambut saya masuk. Sr. Theresita Tania, JMJ, yang menyemangati saya untuk terus belajar. Ibu Sungkono, yang menanamkan kedisiplinan dan kerapian dalam bekerja. Almarhumah Ibu Theresia Muji Lestari, yang memperkenalkan saya pada keindahan musik dan kelembutan hati. Ibu Clara Setiani, yang mendorong saya untuk berani mengambil langkah-langkah baru. Dan Ibu Anastasi Kunthi P. Sari, yang bagi saya, menghadirkan kembali semangat dan gaya kepemimpinan almarhumah Ibu Theresia—hangat, teguh, dan penuh inspirasi.
Bersama mereka, saya tumbuh. Bersama mereka, saya belajar menjadi versi terbaik dari diri saya.
Waktu yang mempertemukan kita, pada akhirnya juga akan menjadi waktu yang memisahkan. Entah kapan dan bagaimana, saya tak tahu. Tapi satu hal yang pasti—jejak kalian akan selalu tinggal dalam hati saya.
Dan jika suatu hari nanti saya harus pergi dari tempat ini, saya akan pergi dengan penuh syukur. Karena tempat ini telah menjadikan saya seperti sekarang.

0 Comments