Semangat Panggilan Menggema di Tanah Papua | Misa Minggu Paskah IV dan Hari Minggu Panggilan Sedunia di Paroki Gembala Baik Abepura
Jayapura, 11 Mei 2025 – Suasana pagi yang damai menyelimuti Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Keuskupan Jayapura, saat umat mulai berdatangan untuk mengikuti Misa Minggu Paskah IV. Namun pagi itu bukan misa biasa. Hari itu juga bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-62, momen istimewa yang mengajak seluruh umat Katolik di dunia untuk merenungkan dan mendoakan panggilan hidup sebagai gembala Tuhan.
Misa yang berlangsung dari pukul 06.30 hingga 08.00 WIT itu dipimpin oleh Pastor RD Cleo Sandegau dan dihadiri oleh para suster, bruder, frater, anak-anak, dan umat Paroki Gembala Baik. Suasana gereja terasa penuh harapan dan semangat, terlebih ketika sejumlah anak tampil mengenakan pakaian biarawati dan biarawan, seolah menggambarkan cita dan doa agar suatu saat mereka sungguh-sungguh menanggapi panggilan suci tersebut.
Dalam khotbahnya yang menyentuh, Pastor Cleo menekankan pesan mendalam dari bacaan liturgi hari itu: Kisah Para Rasul 13:14.43-52, Kitab Wahyu 7:9.14b-17, dan Injil Yohanes yang mengangkat pernyataan Yesus, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada domba-domba-Ku.” Melalui sabda ini, umat diajak untuk menjadi gembala-gembala yang baik—bukan hanya para imam, suster, atau frater—tetapi semua umat Allah.
"Kita semua adalah kawanan domba-Nya, dan Tuhan memanggil kita untuk mendengarkan suara-Nya dan mengikuti-Nya dengan setia," ujar Pastor Cleo. Ia juga menekankan bahwa panggilan hidup bukanlah milik segelintir orang, melainkan panggilan universal yang bisa tumbuh dalam setiap keluarga. "Mari kita bawa semangat panggilan ini ke rumah masing-masing, kita doakan agar ada anak-anak muda kita yang terpanggil menjadi pelayan Tuhan," tuturnya.
Misa pun berjalan dengan lancar dan penuh kekhusyukan. Seusai perayaan Ekaristi, Pastor Cleo menyempatkan diri berfoto bersama para misdinar dan anak-anak yang mengenakan kostum biarawan-biarawati. Pemandangan yang sederhana namun sarat makna ini menggambarkan harapan besar Gereja akan lahirnya tunas-tunas panggilan di tanah Papua.
Di akhir perayaan, umat diajak untuk terus menghayati pesan bahwa keselamatan dari Allah harus disampaikan hingga ke ujung dunia, termasuk di Papua. Dengan semangat Paskah dan suara panggilan yang menggema, Gereja Paroki Gembala Baik mengajak seluruh umat untuk terus melangkah dalam terang iman dan kasih Tuhan.

0 Comments