Mencatat di Tengah Cerita
Suatu hari, di tengah kesibukan acara ulang tahun dan penggalan dana yang penuh tawa dan kenangan, Pak Kodoong bertemu dengan teman lamanya, Pak Pongoro. Mereka saling berjabat tangan dengan hangat, seperti dua saudara yang telah lama berpisah.
"Pak Kodoong, akhir-akhir ini saya membaca tulisanmu tentang berita. Dulu, kamu tidak pernah menulis, kan?" tanya Pak Pongoro dengan nada heran.
Pak Kodoong tersenyum, matanya berbinar seperti seseorang yang baru menemukan harta karun. "Sekarang saya belajar, Pak Pongoro. Ada banyak kemudahan sekarang. Kita bisa belajar melalui webinar, YouTube, dan media lain yang membuat semuanya lebih mudah."
Pak Pongoro mengangguk, lalu memandang ke sekeliling, "Begitu ya? Saya penasaran bagaimana caramu menulis berita sekarang."
Pak Kodoong mengangguk penuh semangat, seperti seorang guru yang siap berbagi ilmu. "Sekarang, saya mulai mencatat apa yang dibicarakan orang dalam acara-acara seperti ini. Setiap percakapan punya cerita, Pak Pongoro. Saya mulai dengan beberapa pertanyaan penting: WHAT, WHERE, WHEN, WHO, WHY, dan HOW."
Pak Pongoro terlihat tertarik. "Lalu kamu mulai dari mana?"
"WHO dulu," jawab Pak Kodoong sambil memanjakan jari di atas ponselnya . "Setiap poin penting yang disampaikan orang, saya catat. Siapa yang berbicara, siapa yang hadir, semuanya."
Dengan penuh perhatian, Pak Pongoro mendengarkan setiap percakapan di sekitar mereka. Kadang ia menyela untuk memberi tahu Pak Kodoong beberapa poin yang ia dengar dari orang-orang yang memberikan sambutan. "Pak Kodoong, yang itu menarik! Siapa yang bicara soal acara tadi?" katanya dengan bersemangat.

0 Comments