Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

SUARA-PAKKODOONG

Rapat Koordinasi SD YPPK Gembala Baik Abepura: Menyapa, Merefleksi, dan Melangkah Bersama

 Rapat Koordinasi SD YPPK Gembala Baik Abepura: Menyapa, Merefleksi, dan Melangkah Bersama

Jumat, 7 Februari 2025, aula SD YPPK Gembala Baik Abepura dipenuhi canda tawa dan semangat baru. Di tengah suasana yang hangat, para guru dan tenaga kependidikan berkumpul dalam sebuah agenda penting—Rapat Koordinasi yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 13.00 WIT. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Anastasia Kunthi P. Sari, S.Pd., M.Pd., dengan dua agenda utama: perkenalan diri kepala sekolah dan pemaparan hasil evaluasi refleksi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).

Awal yang Penuh Makna: Perkenalan Diri Kepala Sekolah

Suasana menjadi hening ketika Ibu Sari mulai berbicara. Bukan sekadar memperkenalkan nama atau jabatan, beliau mengajak semua yang hadir untuk mengenalnya lebih dalam—bukan hanya sebagai seorang pemimpin, tetapi juga sebagai pribadi yang penuh pengalaman.

“Saya berasal dari keluarga yang penuh warna,” tutur beliau. Ayahnya beragama Islam, sedangkan ibunya Protestan. Meski tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang yang berbeda, Ibu Sari justru belajar tentang arti toleransi dan menghargai perbedaan sejak dini.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari PGTK, kemudian dilanjutkan ke jenjang S1 PGSD, hingga akhirnya meraih gelar S2 untuk memperkuat kompetensinya. Kariernya sebagai pendidik membawanya mengabdi di beberapa sekolah YPPK di Jayapura, Papua, dimulai dari SD YPPK Kristus Raja, kemudian berpindah ke SD YPPK St. Petrus Argapura, sebelum akhirnya kembali ke SD YPPK Kristus Raja sebagai kepala sekolah.

Beliau juga berbagi pengalaman tentang proses seleksi calon direktur yayasan. Meski penuh tantangan dan dinamika, Ibu Sari tetap teguh pada prinsipnya: melayani dengan hati yang tulus.

“Saya datang ke sini, ke SD YPPK Gembala Baik, dengan hati yang kosong, tanpa niat mengkotak-kotakkan siapa pun. Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang, asalkan diberi kesempatan,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Refleksi dan Pemetaan PTK: Berkaca untuk Tumbuh Bersama

Setelah sesi perkenalan yang penuh inspirasi, rapat berlanjut ke agenda berikutnya: pemaparan hasil refleksi dan pemetaan kompetensi PTK berdasarkan kuesioner. Tujuannya sederhana tapi bermakna—melihat sejauh mana potensi yang dimiliki, tantangan yang dihadapi, dan peluang untuk berkembang.

1. Kompetensi Pedagogik:
Sebagian besar guru mampu mengelola kelas dengan baik, tapi tetap ada ruang untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.

2. Kompetensi Profesional:
Perlu ada peningkatan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan bagaimana menerapkannya agar lebih relevan dengan kebutuhan siswa.

3. Kompetensi IT:
Ada guru yang sudah mahir menggunakan teknologi dalam pembelajaran, tapi masih ada juga yang membutuhkan pelatihan tambahan, khususnya dalam penggunaan aplikasi digital.

4. Kompetensi Sosial:
Hasil refleksi menunjukkan perlunya meningkatkan kerja sama tim dan komunikasi yang lebih efektif di antara guru dan staf.

Di Balik Layar: Tantangan yang Dihadapi

Tak ada perjalanan tanpa tantangan. Berdasarkan hasil kuesioner, ditemukan beberapa hambatan yang perlu diatasi:

Sifat Egois: Kurangnya kesadaran untuk bekerja secara kolektif dan mengutamakan kepentingan bersama.

Manajemen Waktu: Tantangan dalam mengelola waktu secara efektif untuk menyelesaikan berbagai tugas.

Kedisiplinan: Kurangnya konsistensi dalam menerapkan aturan, baik di kalangan guru maupun siswa.

Kurangnya Koordinasi: Minimnya komunikasi efektif antar guru yang menghambat kelancaran program sekolah.

Solusi untuk Masa Depan: Melangkah Bersama

Namun, di balik setiap tantangan selalu ada solusi. Para responden kuesioner mengusulkan beberapa langkah untuk memperbaiki situasi:

Membangun Budaya Saling Menghargai: Menghormati perbedaan pendapat dan latar belakang setiap individu.

Penegakan Disiplin Waktu: Menghargai waktu sebagai kunci efisiensi dan produktivitas.

Meningkatkan Kerja Sama Tim: Mendorong kolaborasi dalam setiap program dan kegiatan sekolah.

Membuka Ruang untuk Saling Mendengar: Memberikan kesempatan bagi setiap guru untuk menyampaikan ide, saran, atau keluhan tanpa rasa takut.

Memberikan Kesempatan yang Setara: Memberikan peluang yang sama bagi semua guru untuk berkembang sesuai potensinya.

Penutup: Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

Rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah awal membangun sinergi di bawah kepemimpinan baru. Ibu Anastasia menegaskan bahwa mengenal potensi setiap pribadi adalah kunci untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di SD YPPK Gembala Baik Abepura.

Dengan semangat kebersamaan, refleksi yang jujur, dan komitmen untuk terus berkembang, SD YPPK Gembala Baik Abepura siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Karena di balik setiap perubahan, selalu ada harapan yang menanti untuk diwujudkan.


Post a Comment

0 Comments