Belajar Seni Bukan dengan Cara Instan
Judul di atas lahir dari pengalaman saya saat berbincang dengan Pak Eddy Fofied, seorang praktisi seni musik sekaligus pencipta lagu, termasuk Mars dan Hymne SD YPPK Gembala Baik.
Menurut beliau, belajar seni musik—seperti bermain ukulele—tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya harus bertahap dan menyenangkan.
Pada pertemuan pertama, anak-anak, khususnya yang masih duduk di kelas 1, perlu dibawa ke dalam suasana gembira terlebih dahulu. Misalnya, dengan mengajak mereka bernyanyi lagu-lagu sederhana sambil bertepuk tangan. Cara ini membantu anak mengenal irama, sementara tepukan tangan melatih kepekaan mereka terhadap pola pukulan atau strumming.
Setelah itu, mereka mulai bernyanyi sambil mencoba memainkan ukulele, tetapi tanpa akor terlebih dahulu. Tujuannya adalah melatih kelenturan tangan dalam melakukan strumming. Jika sudah terbiasa dan menunjukkan kemajuan, barulah anak-anak diperkenalkan pada satu notasi sederhana dengan akor. Misalnya, akor C dengan pola notasi Do-Do-Do-Do dan strumming down-down-down.
Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pengenalan akor lain secara bertahap hingga mereka mulai memahami beberapa akor sederhana, meski masih terbatas pada satu keluarga akor.
Pak Eddy juga menekankan satu hal penting:
“Jangan pernah membanding-bandingkan kemampuan anak. Biarkan mereka merasakan dan menemukan pengalaman musik sesuai diri mereka. Suasana belajar harus tetap menyenangkan, penuh permainan, tanpa paksaan. Dengan begitu, kenangan indah belajar ukulele akan tertanam baik dalam ingatan mereka.”
Mendengar penjelasan tersebut, saya menyadari bahwa selama ini ada kekeliruan dalam metode mengajar ukulele bagi anak-anak usia 6–7 tahun. Obrolan singkat yang awalnya hanya menanggapi komentar Pak Eddy di postingan keluhan saya, akhirnya berkembang menjadi diskusi yang sangat konstruktif.
Dari perbincangan itu, saya bertekad untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) khusus untuk mengajar ukulele. Harapannya, panduan ini dapat menjadi pegangan yang terstruktur sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.
Terima kasih saya sampaikan kepada Pak Eddy Fofied atas pengalaman berharga yang telah dibagikan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati.

0 Comments